Jatigede, Korsum
Pembangunan Mega Proyek Dam Jatigede sedang berlangsung. Berbagai fasilitas sarana pendukung, baik itu perumahan pekerja, kantor, dan jalan sebagai sarana penunjang transportasi marak dibuat. Tapi, masyarakat Desa Karedok, Kecamatan Jatigede, Sumedang, saat ini sedang sangat khawatir akan dampak dari Pembangunan Dam Jatigede tersebut. Mereka khawatir dampak pembangunan Dam ini akan berimbas buruk terhadap keberadaan tanahnya.
Demikian kekwatiran yang diungkapkan oleh salah seorang masyarakat Desa Karedok, yang sekaligus sebagai Ketua Adat Desa, saat dihubungi Korsum di kediamannya. “Saya, atas nama masyarakat Desa Karedok, sangat mengkhawatirkan sekali akan dampak pembangunan Dam Jatigede. Karena, seperti yang kita tahu bersama, lokasi kampung kami berada persis di bawah bendungan tersebut. Sehingga, kami takut terjadi hal yang tidak diharapkan, seperti kejadian yang menimpa masyarakat Situgintung,” ujarnya.
Selanjutnya, diungkapkan pula mengenai kekhawatirannya lain yang terjadi saat ini. “Saat ini pun sudah banyak hal yang terjadi di luar perhitungan kita sebagai manusia, seperti kejadian tanah tanah longsor dan terkuburnya bendungan yang menyuplai air kepada PLTA Parakan Kondang,” ungkapnya.
“Walaupun yang mengerjakan proyek tersebut mempunyai tekhnologi tinggi dan mempunyai sertifikat ISO, tapi tetap saja bahwa pembangunan Proyek tersebut berhubungan dengan Alam. Apalagi sekarang ini pepohonan sudah ditebang habis. Dalam hal ini juga kami mengharapkan perhatian dari Pemkab Sumedang, maupun Pemerintah Pusat dan Institusi yang terkait dalam proyek ini, agar menyiapkan cara untuk mengantisipasi kekhawatiran ini mungkin terjadi, sehingga masyarakat desa kami mempunyai ketenangan untuk hidup. Jangan sampai di sisi lain tertawa karena mendapatkan ganti rugi, sedangkan kami harus menangis menunggu nasib apa yang akan terjadi kepada kami,” tuturnya panjang lebar. **[Galuh AS|Baron]
















Jakarta Time