<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Chikungunya dan DB Penyakit yang Menonjol di Tahun 2012

Kota, Korsum

Meski angka kematiannya relatif kecil bahkan di bawah satu persen, namun dalam catatan Dinas Kesehatan Sumedang,  penyakit yang cukup menonjol selama tahun 2012 adalah penyakit chikungunya dan Demam Berdarah (DB). 

“Angka kematian yang disebabkan penyakit DB dari jumlah 492 kasus, ada tiga orang meninggal dengan usia di bawah 15 tahun atau 0,061 persen.” kata Retno Ernawati, Kepala Dinas Kesehatan Sumedang dalam keterangan persnya beberapa waktu lalu.

Selain DB, kata Retno, penyakit chikungunya pun menjadi perhatian utama pihak Dinkes Sumedang. “Kedua penyakit ini penyebarannya melalui vektor nyamuk dan saat musim penghujan seperti sekarang ini merupakan angka tertinggi. Untuk itu kami menganjurkan kepada masyarakat untuk memberantas sarang nyamuk, jangan membiarkan bak tidak dikuras lebih dari satu minggu,” ujar Retno.

Kabid  Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit pada Dinkes Sumedang, dr. Januar Salman menambahkan, wilayah yang terjangkit chikungunya di tahun 2012 ini diantaranya Jatinunggal 32 kasus, Cimanggung 23 kasus, dan kelurahan Situ Sumedang Utara 49 kasus. Dan kecamatan yang endemis terhadap chikungunya adalah Jatinunggal, Cimanggung dan Sumedang kota.

“Foging yang selama ini sering dilakukan masyarakat bukan jaminan dapat mencegah penyakit tersebut karena foging hanya membunuh nyamuk dewasa saja. Tetapi kalau menguras bak air, membersihkan halaman dan got atau selokan, akan membunuh jentik-jentik nyamuk.” terang Januar.

Sedangkan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit flu burung, menurut Kadinkes Sumedang, pihaknya selalu waspada menghadapi penyebaran virus ini sejak dari tahun 2009 dengan mengikuti prosedur tetap (protap) yang sudah ada. “Jika menemukan orang yang kena influenza dan sebelumnya ada kontak dengan unggas, hal ini harus diwaspadai. Kami pun berkoordinasi dengan Dinas Perternakan serta dengan seluruh puskesmas dan tim surveynya untuk mendeteksi penyakit yang terjadi di masyarakat,” pungkas Retno.**[Hendra]

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Powered by WordPress | Designed by: suv | Thanks to toyota suv, infiniti suv and lexus suv