<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Korupsi Jatigede Kejaksaan Akhirnya Tetapkan Tersangka

Kota, Korsum

Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya Kejaksaan Negeri Sumedang, menetapkan satu orang tersangka kasus dugaan korupsi Jatigede Desa Mekarasih, Kecamatan Jatigede. Sementara nama tersangkanya, pihak Kejaksaan masih merahasiahkan.

“Kejaksaan pada saat ini belum bisa menyebutkan kepada media, siapa inisial  nama tersangkanya, sebab potensi untuk jadi tersangka dalam kasus Jatigede ini melibatkan banyak orang lebih dari satu,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Sumedang, Arie Parwato, SH, kepada sejumlah wartawan, usai menggelar ekspos kasus tersebut, di kantor Kejaksaan, Jumat (27/4).

Adapun penetapan satu orang tersangka ini kata Arie, sebenarnya baru awal penetapan pada acara ekspos kasus ini digelar untuk menaikkan status kasus ini dari penyelidikan (Lid) ke penyidikan (Dik). “Sementara untuk para tersangka lainnya, nanti dalam proses Penyidikan yang akan menentukan,” ujarnya.

Dalam memproses kasus Jatigede itu lanjutnya, kini semakin terang benderang dimana Kejaksaan telah menemukan bukti adanya kerugian negara sekitar Rp. 800 juta lebih, termasuk peristiwa pidana melawan hukum yang dilakukan sejumlah oknum secara bersama sama.

“Jika saat ini disebutkan satu orang nama tersangkanya, tentunya ada kekhawatiran akan mempengaruhi dalam proses penyidikan nanti, sebab dalam kasus dugaan korupsi ini dilakukan secara terencana dan terorganisir, sehingga untuk menentukan tersangkanya harus secara bertahap satu persatu dalam proses penyidikan itu,” jelasnya.

Pada Koran ini pada edisi sebelumnya, Camat Jatinagor, Nandang Suparman, mengakui pada saat itu ia menjabat sebagai Camat Jatigede yang juga anggota tim P2T (Panitia Pengadaan Tanah). Ia dipanggil sebagai saksi pada dugaan tindakan melawan hukum.

Waktu itu Camat menyebutkan, telah  terjadi  tindak pidana korupsi pada ganti rugi lahan di Desa Mekarasih waktu pada pembayaran tahun 2008 lalu. Sedangkan pembayarannya terjadi di 4 desa yakni, Desa Kadujaya, Ciranggem, Cijeungjing dan Desa Mekarasih, yang saat ini sedang disidik Kejaksaan Sumedang.

“Waktu itu saya menjabat Camat Jatigede, sebelumnya sudah wanti wanti pada semua pihak, bahwa proyek ini adalah proyek negara yang tentunya harus sterril dari bentuk penyimpangan, jangan ada kongkalingkong untuk coba coba mencari keuntungan pribadi,” tutur Nandang, saat itu.

Kata yang sama disampaikan Kadistamben Sumedang, Surrys Laksana Putra, kepada korsum beberapa waktu lalu mengatakan, dengan dinaikkan status kasus tersebut adalah bukti keseriusan pihak penegak hukum. “Silahkan Kejaksaan punya wewenang untuk menentukan siapa tersangka dalam kasus ini. Siapa yang makan Nangka, maka dialah yang akan ketah getahnya,” tegasnya waktu itu.**[yf saefudin/Liman]  

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Powered by WordPress | Designed by: suv | Thanks to toyota suv, infiniti suv and lexus suv