<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Bappeda Gelar Seminar Kajian Rintisan Wajib Belajar 12 Tahun

Kota, Korsum

Mewujudkan kualitas SDM aparatur dan masyarakat yang berakhlak mulia, beretika, bermoral baik yang berlandaskan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME, serta menciptakan SDM Sumedang yang memiliki kompetisi, unggul, berdaya saing, dan beretika merupakan visi Kebijakan Bidang Pendidikan dalam Perintisan Wajib Belajar 12 Tahun di Kabupaten Sumedang.

“Adapun sasarannya adalah meningkatnya kualitas pendidikan masyarakat Sumedang dengan indikator tersedianya perencanaan perintisan wajib belajar 12 tahun,” kata Sekda kabupaten Sumedang, Atje Arifin Abdullah, dalam Seminar Kajian Wajib Belajar 12 Tahun. Seminar yang digelar UPTB Litbang Bappeda ini atas kerjasama dengan UPI Kampus Sumedang, Kamis (3/5), di Aula Rapat Bappeda, dihadiri jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang.

Dikatakan Sekda, kondisi eksisting tahun 2008, yaitu belum memiliki pedoman perencanaan perintisan wajib belajar 12 tahun, sehingga perlu dibuat perencanaan wajib belajar 12 tahun yang ditargetkan pada tahun 2010 atau sebelum RPJMD berakhir. “Perencanaan harus disusun berdasarkan hasil kajian terhadap capaian program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun, untuk melihat kesiapan perintisan wajib belajar 12 tahun,” ujarnya.

Sementara, H. Encep Sudirjo, M.Pd dari UPI, menuturkan, berdasarkan data yang tercatat di Kemendiknas tahun 2009/2010, APK SMP di Kabupaten Sumedang sebesar 106,47% dan APM SMP sebesar 78,14%. Sehingga perlu dipastikan kembali ketuntasan program wajib belajar 9 tahun berdasarkan data yang aktual dan faktual yang telah berjalan 2 tahun sejak pencatatan terakhir.

Rumusan masalahnya, kata H. Encep, mengidentifikasi jumlah anak usia wajib belajar 9 tahun yang tidak pernah mengikuti pendidikan SD, putus sekolah pada jenjang SD, lulusan SD yang tidak melanjutkan ke jenjang SMP, dan putus sekolah pada jenjang SMP. Selain itu, menelusuri faktor-faktor penyebab anak usia wajib belajar 9 tahun tidak mengikuti pendidikan dasar 9 tahun, dan mendeskripsikan kebutuhan-kebutuhan dasar untuk menuntaskan pendidikan dasar 9 tahun.

“Mengidentifikasi, menelusuri dan mendeskripsikan semua persoalan yang terdapat pada rumusan masalah tersebut, sehingga didapatkan jawaban yang pasti, bahwa Kabupaten Sumedang siap dan mampu melaksanakan program rintisan wajib belajar 12 tahun,” tegasnya.**[Hendra]

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Powered by WordPress | Designed by: suv | Thanks to toyota suv, infiniti suv and lexus suv