<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

SE Mendagri Akta Kelahiran Tak Perlu Penetapan Pengadilan

Kota, Korsum

Timbulnya reaksi keberatan dari sebagian rakyat Indonesia mengenai pemberlakuan UU No. 23/2006 tentang Administrasi Kependudukan yang dimulai awal tahun 2012, dimana bagi yang terlambat lebih dari satu tahun dalam membuat akta kelahiran, harus melalui penetapan pengadilan dengan diharuskan membayar biaya perkara dan denda maksimal satu juta rupiah, membuat gerah Mendagri Gamawan Fauzi. Sehingga Gamawan langsung meresponnya dengan menerbitkan Surat Edaran tentang pengurusan akta kelahiran tidak perlu melalui penetapan pengadilan.

Sebagaimana dikutip dari JPNN, Mendagri Gamawan Fauzi mengatakan akan memperpanjang pengurusan akta kelahiran di kantor kependudukan dan catatan sipil setahun lagi. “Kasihan masyarakat kita yang sudah jauh-jauh datang, bolak balik dan berlama-lama menunggu di kantor kependudukan, tapi tidak terlayani,” kata Gamawan

Hal tersebut dipertegas dengan pernyataan Kapuspen Kemendagri, Reydonnyzar Moenek kepada JPNN (15/2) lalu, bahwa Surat Edaran (SE) telah memperpanjang pengurusan akta kelahiran pada Dinas Dukcapil Kabupaten/Kota dengan tidak harus mengurusnya ke pengadilan manakala terjadi keterlambatan.

“Proses lewat pengadilan tidak perlu lagi karena hanya menimbulkan jenjang dan memperpanjang rantai birokrasi pelayanan pembuatan akta kelahiran serta biaya yang tidak kecil. Itu sudah ditiadakan Mendagri,” ujarnya.

Mengenai SE tersebut, Sekretaris Disdukcapil, Pujianto, mengatakan, “Sampai saat ini kami belum menerima SE dari Mendagri tersebut, sehingga kami tidak berani melaksanakannya. Tapi bilamana sudah kami terima, tentu akan kami taati amanat SE Mendagri tersebut,” kata Pujianto, Kamis (1/3) di ruangannya.

Sebetulnya, menurut Pujianto, pihak Disdukcapil sendiri merasa prihatin terhadap masyarakat ketika harus membuat akta kelahiran melalui penetapan pengadilan bilamana terjadi keterlambatan, karena selain menguras tenaga dan waktu, juga biaya yang harus dikeluarkan tidak sedikit.

Padahal sudah sejak lama Disdukcapil sering mensosialisaikan kepada masyarakat, “Di sisi lain, ada bagusnya juga, agar masyarakat mengerti akan kepentingannya sendiri. Mengerti pentingnya memiliki KK, KTP, Akta kelahiran, dan administrasi kependudukan lainnya. Jadi, jangan hanya pada saat dibutuhkan, baru menguruskannya,” jelasnya.

Hal yang sama dikatakan Kabid Pencatatan Sipil, Adma, sepanjang SE belum diterima, pihak Disdukcapil tetap akan mentaati pemberlakuan UU No. 23/2006 yang telah ditetapkan. “Salah bila kami melaksanakan amanat Mendagri tersebut, sementara SE-nya belum kami terima. Bahkan kami bisa dituntut karena melanggar UU yang telah diberlakukan secara nasional,” jelasnya.

Menurut Adma, sedikitnya kurang dari 10 orang setiap harinya yang mengurus akta kelahiran melalui penetapan pengadilan, tapi tak satupun yang dikenai denda sebagaimana yang disebutkan dalam UU tersebut. Mereka hanya diwajibkan menyetor uang sebesar Rp 250 ribu ke rekening bank yang telah ditentukan oleh pengadilan kemudian bukti setorannya dicap di kantor Pos.

Dijelaskan Adma, dari Rp 250 ribu tadi, yang terpakai hanya Rp 141 ribu saja, dengan perincian untuk biaya pendaftaran Rp 30 ribu, biaya pemanggilan Rp 50 ribu, biaya perkara Rp 50 ribu, biaya materai Rp 6 ribu, dan biaya administrasi Rp 5 ribu. Sedangkan sisa uang di rekening bank sebesar Rp 109 ribu bisa diambil kembali.

“Tapi bila dihitung-hitung, dengan transport bolak balik ke pengadilan, ke bank, ke kantor Pos, ke kantor Disdukcapil, bayar retribusi Perda, dan lain-lainnya, jatuhnya besar juga. Ya, sekitar Rp 500 ribuanlah,” pungkas Adma.**[Hendra]

Be Sociable, Share!

One Response to SE Mendagri Akta Kelahiran Tak Perlu Penetapan Pengadilan

  1. AGUS SALIM says:

    Tolong kirimkan Surat edaran Mendagri tentang pembuatan akte kelahiran tidak perlu di pengadilan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Powered by WordPress | Designed by: suv | Thanks to toyota suv, infiniti suv and lexus suv