Bersyukur Hidup Di Sumedang
Bersyukur hidup di sumedang. Daerah sejuk dengan suhu ruang rata 26 derajat Celcius, dari 26 kecamatan dan 279 Desa dan kelurahan secara merata kaya dengan hasil alam, ngarai dan lembah membentang di beberapa bagian, tanah subur, bahkan hutanpun relative lebat. Beberapa rejab yang sering berjalan jalan ke luar pulau, sulit mencari bandingan suasana seperti sumedan g. Secara geografispun sumedang dekat dengan ibukota provinsi maupun ibukota negara. Dengan kondisi ini, apa yang sulit kita dapat, kebutuhan dari mulai hal kecil (peniti) hingga kebutuhan besar (pesawat terbang contohnya) tersedia dengan mudah.
Bandingkan dengan beberapa kabupaten di Indonesia bagian timur atau beberapa pelosok di sumatera. Tanah gersang, suha panas hingga miskin fasilitas. Jauh dari pusat kekuasaan, harga mahal, hingga jauh dari pusat pelayanan publik. Bahkan jangkaun dari desa ke pusat kecamatan ada yang harus dicapai setengah hari denga perjalanan darat atau laut. Sungguh suasana yang tidak bisa dibayangkan bila orang sumedang hidup di alam tersebut.
Tuhan benar-benar sedang tersenyum ketika membuat sumedang dan memutuskan kita hidup di sumedang.
Bisakah bertahan lama kondisi ini? Relative untuk bisa kita jawab, bisa jadi apa yang sekarang kita alami cepat memudar, cepat hilang. Dan disaat kita sadar ketika itu, sudah terlambat, sumedang menjad gersang, gerah untuk di tempati dan tidak nyaman untuk lahan mencari sesuap nasi.
Kapan hal itu terjadi? Mungkin cepat. Anda bisa bayangkan, Tampomas sedang di gali (tanpa mengindahkan konservasi-air menyusut), Waduk jatigede sedang dibangun (diprediksi menaikan suhu 2 derajat C), jalan tol sedang dibangun (menghilangkan ribuan tenaga kerja). Belum lagi dampak dari bandar udara hingga pembangunan daerah bandung babagian timur dengan penyangganya (Jatinangor, cimanggung dan tanjungsari).
Diantara kepungan itu, dimana letak Sumedang? Tidak jelas. Yang kita paham, sumedang hanya dijadikan lokasi, terkena dampak, tanpa jelas sumedang dapat apa (Benefit). Layaknya projek mercusuar, yang megah namun tidak sebanding dengan manfaat yang didapat, bahkan mungkin cenderung banyak mudarotnya…
Terlebih di penghujung tugasnya, nyaris tidak ada inovasi dari pemimpin kita, APBD tetap terseok seok, jalan masih rusak, bangunan sekolah banyak doyong. Soal lingkungan, air menyusut, panas semakin menyengat hingga sampah dan tata kota yang semakin amburadul.
Dua tahun menjelang habis jabatan, para pemimpin kita hilang konsentrasi untuk mengurus rakyatnya, lihat saja hingga tahun 2011 belum ada gebrakan dan contoh baik yang akan ditinggalkan, semua yang konservatif, pemikiran kolot hingga malasnya kaum birokrat masih menjadi tontonan keseharian kita.
Seperti biasa kita sebagai warganya terlalu baik, terlalu sulit untuk protes, dan terlalu lemah dan kecil untuk di lihat oleh pemerintah. Kritik tinggal kritik, pemkab dengan program “lemahnya” jalan terus.
Sekali lagi, kita butuh alternative pemimpin masa depan, calon pemimpin yang tidak banyak boroknya. Mudah-mudahan waktu itu akan segera datang.**












Jakarta Time
Dalam sebuah Presentasi di BPMPP minggu kemarin seorang Tokoh asal Sumedang yang sekarang jadi seorang Manajer BUMN di Jakarta mengatakan : Pemda Sumedang jangan mengaku ngaku Jatigede karena tak punya hak, faktanya pengelola dan pemilik jatigede adalah otorita. sisi mana Pemda Sumedang merasa memiliki Jatigede selain hanya kebetulan saja tempatnya di Sumedang dan rakyatnya yang terusir. Adapun manfaat dari Sumedang belum ada contoh Bendungan yang rame pariwisatanya, debit air baku bendungan pun menjadi hak milik otorita. demikian pula dengan jalan tol, urang Sumedang hanya akan “didadahan” mobil ngaliwat. tukang tahu ukur bisa gogorowokan ka mobil di jalan tol.
memang bgitu pa asnang…..
Sumedang Puseur Budaya Korupsi !!!
Juragan Asep Anang Supriatna : APAKAH BETUL ANDA ITU SEORANG PEJUANG TAMPOMAS ?
I absolutely love your blog and find a lot of your post’s to be precisely what I’m looking for. Would you offer guest writers to write content for yourself? I wouldn’t mind composing a post or elaborating on a lot of the subjects you write regarding here. Again, awesome blog!
thank you for visiting
sangat disayangkan sekali hampir semua tulisan mengenai pembangunan selalu menyoroti dampak negatif dari pembangunan tersebut. Alangkah lebih baiknya dibutuhkan sekali tulisan-tulisan yang bisa menjadi inspirasi bagi kebangkitan masyarakat terkait dampak pembangunan yang ada, karena menurut saya, dengan banyaknya tulisan yang mengkritisi dampak negatif dari pembangunan adalah adanya KEMALASAN MASAL dikarenakan merasa buntu berpikir, padahal seharusnya itu adalah perjuangan, bagaimana caranya mempertahankan hidup, bahkan mengembangkan hidup, pembangunan memang harus berjalan dan adil, namun apapun masalahnya KEMANDIRIAN yang inovatif sangat diperlukan agar mendatangkan MANFAAT BESAR khususnya bagi masyarakat Kabupaten Sumedang
Kang Aji. benar sakali coment anda…
hanya saja kadang kami berpikir “media lain” – dan cukup banyak- terlalu memuji bahkan seperti lupa terhdap realita yang ada, ditambah dengan pemanfaatan media untuk pembentukan Opini dan persepsi seolah-olah pemerintah sudah berbuat banyak dan tidak berbuat cela sedikit pun.
nah, kami hadir untuk penyimbang itu, tidak hanya penyimbang dalam pemberitaan kami di Korsum lebih kepada Penyimbang ‘pembentukan Opini/persepsi” yang kami anggap tidak adil kepada Hak Warga mendapat informasi yang benar.
biarlah “barita baik” itu menjadi porsi banyak “media lain” tersebut, sedang kami menyayangi dengan cara kami, yaitu sayang namun tetap kritis..
demikian. senang kenal dengan anda
salam
zebim.
kemalasan masal nini sia….
dupi rejab teh naon? sareng ngarai teh naon? nyhunken di waler nya! hatur nuhun
rejab?? seperti salah ketik, (bahkan saya heran, ko bisa ya salah sedimikian rupa)….
sedang ngarai lebih kepada lembah yang dalam….
demikian… mohon maklum.. senang kenal dengan anda….
salam
zebim
mau jadi PNS setor 70 juta. mau jadi camat setor 150 juta. mau jadi kadis 250 juta. mau jadi direktur rumah sakit setor 1 Milyar. Sumedang Sarang Koruptor !!
waspada bahaya laten korupsi !!!
kota sumedang kota tiis aman ceuk cacandran sumedang teh ngarangrangan………………sigana lagu eta anu jadi sababna…..
Tolong Dicatat :
1.Sumedang Sarang Provokator
2.Sumedang Sarang Preman
3.Sumedang Sarang Penyamun
4.Sumedang Sarang KORUPTOR
GO TO HELL AJA DECH !!!!
Saya tetap bangga jadi rahayat sumedang,!
Bangga dengan KORUPSI, KOLUSI dan NEPOTISME nya DOOONGGG !!!!