<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Periodisasi Kepsek Dinilai Tidak Adil

Kota, Korsum

Pelantikan beberapa Kepala Sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang oleh Bupati Sumedang Don Murdono, dari tingkatan SD hingga SMA, pada Senin (15/8) lalu, dinilai beberapa pihak tidak adil. Pasalnya, ada kepsek yang sudah puluhan tahun tidak diganti, namun ada pula yang baru beberapa tahun sudah diganti.

Selain itu, banyak pihak menyebutkan kalau pola rekruitmen kepsek tersebut tidak transparan. Bahkan seorang kepsek, yang tidak mau disebutkan namanya, menyebutkan kalau pelaksanaan pelantikan dinilai tidak manusiawi. Alasannya, dirinya diganti dan harus rela kembali menjadi guru tanpa pernah ada pemberhentian sebelumnya. Bahkan, ada kepsek yang tidak tahu dirinya sudah diganti. Hal tersebut dirasakan pula oleh beberapa kepsek yang lain.

Isu uang sogokan untuk menjadi kepsek pun kembali mencuat. Hal tersebut berdasarkan pengakuan salah seorang guru yang sudah mengeluarkan uang namun harus kecewa karena tidak diangkat. Adapula sebagian Kepsek yang belum habis masa jabatannya, namun karena tidak mau mengeluarkan uang, terpaksa posisinya digantikan oleh orang lain.

Dugaan serupa dikatakan Cecep J.K., Ketua Forum Kajian Strategis Kebijakan Daerah (FKSD). Menurutnya, pelantikan ini tidak bisa dipandang sebagai upaya pelaksanaan periodisasi, karena kebijakan ini tidak mencerminkan konsekuensi dari regulasi yang ada tentang masa jabatan kepala sekolah. “Patut dicurigai, pelantikan kali ini sarat dengan kepentingan-kepentingan yang tidak sedap bagi tatanan reformasi birokrasi sektor pendidikan di Kabupaten Sumedang,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Cecep menyebutkan bahwa periodisasi jabatan Kepala Sekolah bukanlah kebijakan yang baru, karena kebijakan ini berdasarkan Kepmendiknas No. 162/U/2003 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah. Artinya sudah ditetapkan dan digulirkan sejak 23 Oktober 2003.

Dalam Kepmendiknas No. 162 tersebut disebutkan bahwa masa jabatan Kepala Sekolah adalah 4 tahun, dan dapat diperpanjang dan diangkat kembali untuk satu kali masa tugas. Setelah tidak lagi diberi tugas sebagai kepala sekolah, maka harus tetap melaksanakan tugas sebagai guru sesuai dengan jenjang jabatannya. Dan, berkewajiban melaksanakan proses belajar mengajar atau bimbingan dan konseling sesuai ketentuan yang berlaku.

Sejalan dengan perkembangan zaman yang berimplikasi terhadap sistem pendidikan nasional, maka keluarlah Permendiknas No. 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah/Madrasah. Di tingkat Kabupaten Sumedang, kebijakan tentang regulasi di atas diperkuat dengan keluarnya Perbup No. 76 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah.

Maka, lengkaplah sudah payung hukum periodisasi jabatan kepala sekolah yang secara yuridis formal tidak ada alasan untuk tidak dilaksanakan. Sayangnya, regulasi masa jabatan kepala sekolah ini di Kabupaten Sumedang tidak berjalan mulus. Sepertinya, tidak ada political will sama sekali dari stakeholder pendidikan untuk melaksanakan regulasi ini secara konsekuen. Karena, dalam pelaksanaannya selalu disiasati dengan memutihkan masa jabatan kepala sekolah setiap terjadi rotasi. “Artinya, kepala sekolah yang hampir habis masa jabatannya dirotasi, dan masa jabatannya kembali ke nol tahun,” sebut Cecep.

Menepis adanya berbagai macam dugaan terkait periodisasi kepala sekolah, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Feddy Fadillah, pada Jumat (19/8), di ruang kerjanya, mengatakan bahwa pelantikan ini dilaksanakan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan, yaitu masa jabatan kepala sekolah yang dirotasi sudah lebih dari 8 tahun sejak dirinya diangkat menjadi kepala sekolah. “Sesuai dengan Perbup No. 76/2010, Kepala Sekolah adalah guru yang diberi tugas tambahan untuk menjadi pemimpin di sebuah sekolah. Jadi, bilamana masa tugasnya sebagai kepala sekolah sudah habis, maka yang bersangkutan kembali lagi menjadi seorang guru dan mengajar sesuai dengan tupoksinya,” jelas Feddy.

Semua kepala sekolah yang masa jabatannya telah di atas 8 tahun, lanjut Feddy, sudah diberi surat pencabutan tugas tambahannya, atau diberhentikan sebagai kepala sekolah. “Adapun kepala sekolah yang masih bertugas walau sudah lebih dari 8 tahun masa jabatannya, (itu terjadi) karena kita masih kekurangan kepala sekolah untuk mengisi jabatan tersebut. Dan bagi mereka yang masih bertugas (walau sudah lebih dari 8 tahun), statusnya adalah Plt (pelaksana tugas) Kepala Sekolah, termasuk SMAN 1 dan SMPN 2. Karena statusnya RSBI, untuk mengganti kepala sekolahnya harus ada rekomendasi dari Dirjen Pendidikan Menengah,” jelas Feddy panjang lebar.

“Kebutuhan kepala sekolah, untuk SMA adalah 9 orang, tapi baru terisi 3 orang. Yang 6 orang adalah Plt. Sedangkan untuk SD, kebutuhan 357, yang terisi hanya 79 dan sisanya 278 Plt. Rencananya, pada bulan September mendatang akan direkrut kembali calon kepala sekolah untuk mengganti Plt,” tambahnya.

“Dampak secara psikologis pasti ada, tapi cukup kondusif. Tidak terjadi gejolak yang besar. Justru periodisasi ini sangat bagus, ada kompetisi yang sehat dari mutu pendidikan karena setiap tahun ada evaluasi yang hasilnya merupakan raport pribadi apakah layak untuk diangkat kembali atau tidak. Bahkan sebelum habis 4 tahun masa jabatannya, bila hasil evaluasi tidak bagus, maka akan langsung dicabut surat tugasnya selaku kepala sekolah,” pungkas Feddy. **[Hendra|Dokkil]

Be Sociable, Share!

6 Responses to Periodisasi Kepsek Dinilai Tidak Adil

  1. eyangtampomas says:

    kembali menjadi guru tidak punya pengahasilan tambahan ( kapan aku motong uang bos lagi yaaaa???? uang rakyat uang APBN uang projek, buku, LKS)

  2. Budaksakola says:

    I agree with you ‘eyangtampomas’

  3. Simkarung says:

    Sip ! Moga pendidikan bersih dari masalah korupsi, dll.

  4. euis ,S.Pd says:

    mudah-mudahan periodisasi berjalan lancar,semua kebagian jadi kepala sekolah.(kalo ga ada tpp lebih baik pensiun . . .malu jadi guru lagi . . .!)

  5. Excellent publish, very informative. I ponder why the other experts of this sector don’t understand this. You should proceed your writing. I am confident, you’ve a huge readers’ base already!|What’s Going down i am new to this, I stumbled upon this I’ve found It positively useful and it has helped me out loads. I’m hoping to contribute & aid other customers like its aided me. Good job.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Powered by WordPress | Designed by: suv | Thanks to toyota suv, infiniti suv and lexus suv