<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Enam Pengawas Ikuti EDS

Surian, Korsum

Belum lama ini, enam Pengawas Sekolah Kabupaten Sumedang ditunjuk langsung Disdik Provinsi Jawa Barat untuk mengikuti program Evaluasi Diri Sekolah (EDS). Program tersebut diikuti sembilan kabupaten yang nantinya akan dijadikan sebagai pilot projek bagi kabupaten lain yang tidak mendapatkan program EDS tersebut.

Salah seorang dari enam orang tersebut adalah Toto Sujati, Pengawas Pendidikan Kecamatan Surian. Saat ditemui Korsum di rumahnya, Rabu (3/8), Toto mengatakan bahwa program Pemprov tersebut mendapatkan respons yang sangat antusias dari pihak sekolah. “Sebab program ini dinilai sangat penting, bahkan bermanfaat untuk meningkatkan kinerja, sebagai bahan untuk meningkatkan mutu pendidikan,” ujarnya.

Dari keenam pengawas tersebut, berasal dari SD empat pengawas, sementara dari SMP dan SMA masing-masing satu mengawas. “EDS itu dilakukan sekolah bersifat internal, yang melibatkan pemangku kepentingan, untuk melihat kinerja sekolah berdasarkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang hasilnya bisa dijadikan dasar untuk menyusun Rencana Kerja Sekolah (RKS),” tuturnya.

Sehingga, lanjutnya, direkomendasikan kepada pihak yang berwenang (untuk dilakukan), baik kepada Pemerintah Daerah maupun Dinas Pendidikan, selaku penanggung jawab sistem. “Sementara penerima manfaat EDS, yakni sekolah, harus bisa mengetahui sampai di mana pencapaian SPM maupun SNP, sehingga dapat menyusun RKS. Sedangkan bagi Pemerintah Daerah dan Disdik, menjadi dasar masukan untuk perencanaan investasi serta dukungan sumber daya,” katanya panjang lebar.

“Minimal dilaksanakan oleh sekolah satu kali dalam satu tahun ajaran setiap akhir tahun pembelajaran. Hal tersebut perlu dilaksanakan untuk mengetahui kekuatan serta kelemahan dalam program yang telah dilaksanakan,” tambahnya.

Program EDS tersebut, lanjutnya, berdasarkan kepada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 tahun 2005 tentang SPM yang memuat delapan standar lulusan, proses pendidikan dan tenaga kependidikan, sarana, pengelolaan, biaya dan penilaian. “Bahkan, lebih baik jika pemangku kepentingan di sekolah untuk segera melaksanakan EDS dengan melibatkan Tim Pengembang (TPS) yang terdiri dari unsur Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah, Komite atau orang tua siswa itu sendiri,” pungkasnya. **[indang]

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Powered by WordPress | Designed by: suv | Thanks to toyota suv, infiniti suv and lexus suv