Kantor Baru, Semangat Baru?
Bertepatan dengan ulang tahun “sumedang larang” ke 433, Kabupaten Sumedang kini menempati kantor baru, kantor senilai 30 Milyar ini resmi ditempati sejak 22 april 2011. Ini sebuah prestasi yang tidak bisa kita kesampingkan, rankaian lobi-lobi panjang nan melelahkan dipastikan dilalui oleh beberapa orang pejabat sumedang.
kantor baru ini nantinya akan ditempati oleh Bupati, Wakil Bupati dan Setda, artinya lokasi pemda sekarang (milik Yayasan Pangeran Sumedang) akan kosong, kecuali Badan perijinan dan satpol PP yang masih bertahan. Nasib kantor lama masih belum jelas mau dibagaimanakan.
Sampai selesai bangunan Induk Pusat Pemerintahan (IPP) ini selesaikah kita berbuat untuk publik? ternyata tidak. warga tidak begitu bangga dengan kantor baru, karena yang dibutuhkan oleh warga adalah pelayanan yang baik. Warga tidak butuh kantor bagus nan mewah namun butuh birokrasi yang cepat bisa melayani warganya tentu saja lebih baik bila ditunjang dengan bangunan yang mendukung untuk itu. Hanya sayang, hubungan kantor baru dengan semangat melayani warga secara lebih baik tidak berhubungan secara langsung.
Pelayanan lebih baik dari birokrasi kepada warganya harus diawali dari merubah paradigma dan pemahaman serta kesadaran untuk apa mereka menjadi abdi Negara, bila itu tidak dipahami, maka jangan berharap kantor berganti pelayananpun menjadi lebih baik.
Kita masih ingat layanan absensi secara elektronik di lingkungan setda yang digulirkan beberapa waktu lalu, dua mesin absensi ditemparkan di depan ruangan Asisten pembangunan, terobosan ini hanya membuat orang menjadi mekanis, datang ke kantor, isi absen, pergi entah kemana, sore datang kembali, isi absen dan pulang. Ini adalah sebuah contoh bagaimana sebuah aturan tanpa diikuti oleh pengawasan ketat, tidak konsisten, tanpa contoh yang baik dari pemimpinnya dan kurangnya kesadaran dari birokrasi tentang peran dan fungsinya.
Di beberapa kabupaten lain, penerapan disiplin pegawai tampak terlihat, beberapa pegawai yang tampak berkeliaran di jam kerja kena “tilang” dan diberikan peringatan, di sumedang? Satpol PP seperti hanya menjadi pengawal pribadi pejabat, bergerak secara reaksional (bertindak ketika sudah menjadi isu kabupaten), tidak ada upaya yang massif dan konsisten menjadi garda terdepan menegakkan disiplin.
Kita hanya disuguhi informasi tentang rangkaian acara kepindahan dari kantor lama ke kantor baru, beberapa event digelar secara meriah, bahkan disiapkan kereta garuda naga paksi untuk membawa Bupati dari kantor lama ke kantor baru. Namun kita tidak menemukan informasi yang lengkap tentang semangat baru, paradigm pelayanan baru dan komitmen yang baru untuk lebih baik melayani warga..
Justru ini yang penting, seremonial seperti yang dipertontonkan sekarang ini mengarah kepada kegiatan mubazir, menghambur-hamburkan uang, kegiatan yang meriah namun miskin makna.. Itukah yang kita harapkan dari pemkab suemdang? Tentu saja tidak. Saatnya buktikan kantor baru, dengan semangat baru. Selamat ulang tahun sumedang.**












Jakarta Time
lokasi lama jadi pasar. sudah dirintis dari sekarang, tiap hari sabtu dan minggu.
30 milyar untuk kantor baru semoga sepadan dengan peningkatan pelayanan publik…..
tapi…. sepanjang jalan dari legok ke conggeang trus ke cacaban menuju cipelang….jalan dibiarkan berlubang ancur dan membuat tidak nyaman.
semoga semua pejabat sumedang membuka mata…. bahwa jabatannya hanya amanah yg akan dimintai pertangunganjawab…