<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Bupati Don Digugat Cucu Suminar

Kota, Korsum

Mantan Kades Padajaya, Kecamatan Wado, Cucu Suminar, belum lama ini secara resmi menggugat Bupati Sumedang Don Murdono, terkait kebijakan yang keluarkanya terhadap mantan kades itu. Bahkan, pada Selasa mendatang, (26/4), sidang pertamanya akan digelar di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung.

Hal tersebut disampaikan Opik Rahmat, S.H., salah seorang pengacara Cucu Suminar dari Lembaga Bantuan Hukum Sabda Nusantara, di ruang kerjanya, Rabu kemarin.  Gugatan itu, katanya, telah terdaftar di Kepaniteraan PTUN Bandung, yakni gugatan pembatalan terhadap Surat Keputusan (SK) Bupati Sumedang Nomor: 141.1/KEP.74-BPMPD/2011 tentang Pemberhentian Kepala Desa Padajaya, tertanggal 22 Februari 2011.

Yang menjadi permasalahan, lanjutnya, tergugat (Bupati) telah menerbitkan SK itu sifafnya Kongkrit, Individual, Final, dan sangat merugikan penggugat (Cucu Suminar) selaku Kades Padajaya. “Dalam SK Bupati itu, memakai pertimbangan hukum berdasarkan Keputusan Pengadilan Negeri Sumedang dalam perkara pidana nomor 121/Pid.B/2010/PN jo Surat Keputusan Kepala Kejaksaan Negeri Sumedang nomor B-94/0221/PS.1/01/2011.,” tuturnya.

“Putusan PN atas nama Cucu Suminar itu telah memperoleh kekuatan hukum tetap yang menjatuhkan hukuman pidana penjara 1 tahun 4 bulan serta membayar denda Rp 50 juta dan pengganti sekitar Rp 29,5 juta (kepada Cucu Suminar). Cucu telah menjalani hukuman serta membayar denda dengan katagori putusan bebas bersyarat. Namun, dalam surat keputusan itu tidak ada kalimat “dipecat dari jabatannya”, serta adanya aspirasi warga yang menghendaki Cucu diaktifkan kembali menjadi kades,” katanya.

“Oleh sebab itu, SK Bupati itu bertentangan dengan faktanya, di mana di PN telah memperoleh kekuatan hukuman tetap pemidanaan terhadap Cucu dan tidak dijatuhkan hukum tambahan yang menyatakan dipecat dari jabatannya. Sehingga, SK yang dikeluarkan Bupati selaku kepala daerah, tidak didukung oleh kekuatan hukum formal dan legal. Maka, penggugat (Cucu) memohon ke Majelis Hakim PTUN agar SK Bupati itu dibatalkan,” tambahnya.

Tahapan Pilkades Harus Terus Berlanjut

Dengan SK Bupati itu, jabatan Cucu Suminar harus kandas sebagai Kades Padajaya. Padahal, masih ada sisa waktu satu tahun lebih dari jabatannya itu jika dilanjut. Sehingga, niat mantan kades itu untuk meneruskan jabatannya terus bergelora tidak pernah padam, meskipun harus mengugat Bupati. Cucu berharap jabatannya itu bisa dipegang kembali seperti yang dulu. Namun seiring dengan itu, persiapan tahapan Pilkades Padajaya, kini sudah mulai diproses.

Di tempat terpisah, Kepala Bagian Hukum Setda Sumedang, Rohayah Atang, S.H., saat ditemui korsum di ruang kerjanya, membenarkan bahwa Bupati Don akan digugat mantan Kades Padajaya Cucu Suminar. Menurutnya, gugatan tersebut adalah hak Cucu Suminar karena Bupati juga punya dasar hukum dalam mengeluarkan kebijakkannya itu.

Menurutnya, SK Bupati yang telah diterbitkan tentang Pemberhentian Kades Padajaya itu, sudah sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) No. 5 tahun 2005 dan No. 11 tahun 2006 tentang Tatacara Pemilihan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Desa. “Jika ibu Cucu itu menggugat Bupati, itu adalah haknya. Lihat saja nanti di Pengadilan (PTUN). Apapun hasilnya, kita hormati. Sementara ini, Surat Kuasa dari Bupati sedang diproses. Kami sudah membentuk tim untuk sidang perdana Selasa nanti,” ujarnya.

Namun demikian, Rohayah meminta kepada Camat Wado, Tatang Setiadi, agar proses tahapan Pilkades di Desa Padajaya terus berlanjut, tidak terpengaruh dengan adanya gugutan itu, meskipun harus berbarengan. Sebab menurutnya, tahapan Pilkades tersebut sudah masuk teknis.

Kabid Pemerintahan Desa pada BPMPD Sumedang, Aep Saepudin, ketika dikonfirmasi seputar gugatan tersebut tampaknya enggan berkomentar dengan alasan surat tembusan gugatan itu belum sampai ke mejanya. “Langkah camat sudah sesuai dengan ketentuan Perda,” ujarnya. Hanya itu kalimat yang dikeluarkan Aep. Ia tampak takut jika banyak komentar. **[yf saefudin]

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Powered by WordPress | Designed by: suv | Thanks to toyota suv, infiniti suv and lexus suv