<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Dugaan Korupsi Pada Program KBR Selain Ada KBR Fiktif Dinas Catut 7 Juta Per Kelompok

Kota, Korsum

Tahun 2010, Departemen Kehutanan, Ditjen Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Perhutanan Sosial meluncurkan program penyelenggaraan Kebun Bibit Rakyat  (KBR). Hal ini mengacu kepada Peraturan Direktur Jendral Rehabilitasi Lahan Dan Perhutanan Sosial  No. P.09/V-SET/2010.

Di Kabupaten Sumedang, terdapat 19 Kelompok KBR. Kelompok KBR ini disertai anggaran yang diluncurkan Pemerintah Pusat sebesar 1 M. Dari ke-19 kelompok tani bibit tersebut, fakta di lapangan ditemukan beberapa kelompok KBR tidak melakukan aktivitas sebagaimana mestinya. Bahkan KBR tersebut dikuasai penuh oleh pihak UPTD. Padahal, acuan ketentuan pemerintah mewajibkan pengelola KBR adalah kelompok masyarakat atau petani hutan. Setidaknya program ini akan membantu meningkatkan taraf perekonomian rakyat.

Selain itu, keterangan dari salah seorang sumber terpercaya, bahwa dari total biaya Rp 50 juta, yang diterima langsung KBR sebagian harus di setor kepada Dinas Kehutanan dan Perkebunan Sumedang. Jumlah uang yang harus disetor tersebut senilai Rp 7 juta, sedangkan  perutukannya tanpa ada alasan yang jelas dari pihak dinas.

Hasil investigasi Korsum, ditemukan adanya beberapa Kelompok KBR yang dianggap fiktif, sama sekali tidak ada aktivitas. Kelompok KBR ini, antara lain di Desa Margalaksana, Sumedang Selatan,  yakni Kelompok KBR Batu Korsi. Yang ada di lokasi ini adalah persemaian bidang lain. Kemudian KBR Saritani. KBR ini adalah salah satu pelaku bisnis yang sudah biasa menjual bibit tanaman milik Pegawai Dinas, sehingga penyelenggaraan KBR diduga telah menyimpang dari ketentuan sebagaimana tertuang dalam Permen Hutbun No.24/Menhut/2010.

Yang menarik perhatian adalah salah satu KBR di Kecamatan Rancakalong. Meskipun pengelola tersebut masih pihak dinas, akan tetapi akibat salah penerapan obat semprot maka persemaian bukannya tumbuh subur melainkan malah “tumpur” sehingga KBR tesebut tidak berhasil memproduksi bibit yang maksimal.

Penyelenggaraan KBR menurut keterangan pihak Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) waktunya sangat mepet. Mekipun MoU dilakukan sejak awal Juni, namun pemerintah pusat baru menurunkan anggaran sekitar bulan September, sehingga pelaksanaan baru bisa dimulai pada bulan Oktober. Dalam kurun waktu 3 bulan itu, KBR sulit untuk mencapai target hasil produksi. Demikian penuturan Kepala Dinas Hutbun Sumedang, Ir. Hamim, di ruang kerjanya, Kamis (3/3), didampingi seorang staf.

Terkait adanya pungutan uang dari pihak Kelompok KBR, yang dilakukan oknum dinas,   Kadis menjelaskan bahwa itu bukan pungutan. “Kami tidak memungut, itu adalah uang setoran pajak yang wajib dikeluarkan oleh masing-masing kelompok KBR, dan penyetorannya dilakukan di setiap proses pencairan dana yang diterima kelompok,” ujar Kadis.

“Kontribusi pencairan dibagi tiga tahapan. Tahap pertama 10%, kedua 30%, dan tahap ke tiga 60%,” tegas Kadis. Namun sayang, Kadis Hutbun pada saat itu tidak menjelaskan berapa persen pajak yang harus dibayar tiap-tiap kelompok itu. Sedangkan, berdasarkan keterangan kelompok, sepadan dengan jawaban dari salah seorang staf dinas, bahwa setoran yang dimaksud sebesar Rp 7 juta dan ditambah Rp 1 juta lainnya untuk pembuatan akta notaris yang memberikan legalitas formal ke masing-masing Kelompok KBR.

Atas pencapaian hasil produksi bibit yang kurang maksimal, kadis akan turun ke lapangan untuk mengevaluasi dan akan menekankan terhadap pengelola KBR agar menutup kekurangannya. “Saya akan tegaskan Kelompok KBR harus mempunyai 50 ribu batang bibit. Apapun caranya yang mereka lakukan, terserah. Karena, target yang utama masing-masing KBR harus bisa membuktikan sebanyak itu. Dan, kalau memang sudah ditransfer atau tertanam, maka harus jelas berita acaranya,” pungkas Kadis Hutbun Sumedang. **[Adith/Asep N.]

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Powered by WordPress | Designed by: suv | Thanks to toyota suv, infiniti suv and lexus suv