Pengurus Wredatama Pertanyakan Janji Bupati
Kota, Korsum
Pada saat kampanye pada pilkada lalu (Pemilukada kini,red) Bupati Kabupaten Sumedang Don Murdono berjanji tidak akan mengambil gajinya selama menjadi Bupati, dan uang tersebut sesuai janjinya dulu akan diberikan kepada Wredatama (Organisasi para pensiunan pegawai negeri di Sumedang, red), baik untuk operasional organisasi maupun menambah modal bagi koperasinya.
Namun hingga kini janji Bupati tersebut belum terbukti, seperti dipertanyakan oleh para pengurus Wredatama baik Kabupaten maupun pengurus Kecamatan, hingga pada pertemuan baru-baru ini dilakukan antara Bupati dengan pengurus Wredatama, sedianya para pengurus Wredatama berharap janji itu segera ditepati namun tetap belum terbukti padahal masa kerja Bupati mau menjelang dua tahun berjalan.
Dikonfirmasi Ayuh Hidayat yang menurut sumber Korsum sebagai orang kepercayaan Bupati yang sekaligus memegang tabungan gaji Bupati membenarkan hal itu, menurutnya memang dia yang memegang tabungan dari gaji Bupati. Namun perkara dicairkan atau tidak kepada Wredatama itu bagaimana perintah Bupati, ujarnya Kamis (26/8) di ruang kerjanya.
Ayuhpun mengakui ada beberapa orang pengurus Wredatama yang datang kepadanya dan menanyakan hal itu,”Saya suruh menemui ke Bupati, namun tidak ada lagi yang kembali ke saya dan tidak tahu jawaban apa yang diterima mereka dari Bupati”, katanya. Ketika ditanyakan tentang besaran gaji Bupati yang diterima dan langsung dimasukan ke tabungan tersebut, Ayuh mengatakan bahwa pada tiap bulannya rata-rata Rp.6 juta termasuk dari gaji ke-13.
Hingga jika dihitung sejak menjabat Bupati periode kedua ini sudah berjalan 24 bulan kali 6 juta saja sudah terkumpul Rp.144 juta, uang tersebut sudah cukup untuk memulai janjinya tadi. Namun ketika korsum mencoba mengkonfirmasi kepada Bupati sulit untuk bertemu sekalipun menitip pertanyaan lewat ajudan melalui pesan singkat tetap tidak mendapatkan jawaban.**[Adit/Dodoy Dokkil]












Jakarta Time
wredatama memang harus bersabar, saranku sih, minta difasilitasi ketua DPRD sebagai wakil rakyat Sumedang, kalo belum bisa, audensi lagi, mengatasi masalah tanpa masalah motto “pegadaian” mudah-mudahan tuntas