Pelawak Asal Sumedang “Kang Iibing” Tutup Usia
Korsum.
Sebelum meninggal, Kang Ibing jatuh di halaman rumahnya dan tak sadarkan diri. Keluarganya pun langsung membawanya ke RS Al Islam Bandung.
“Sepulang dari Sumedang, sekitar pukul 20.00 WIB. Kang Ibing sempat jalan-jalan di halaman rumah. Saat jalan-jalan tersebut dia terjatuh. Setelah itu sempat muntah terus langsung pingsan,” ungkapnya.
Pada saat kejadian seluruh anaknya sedang berada di rumah Kang Ibing. Keluarganya pun langsung membawa Kang Ibing ke Rumah Sakit Al Islam Bandung. Namun nasib berkata lain, pria bernama asli Raden Aang Kusmayatna Kusumadinata ini menghembuskan nafas terakhirnya dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Di tempat yang sama, Dikdik Kusmadikta (23) anak sulung Kang Ibing, mengatakan bahwa kepergian ayahnya ke Sumedang karena ada acara keluarga.
“Beliau biasa pergi ke Sumedang. Karena memang ada rumah disana. Beliau berangkat tadi pagi kesana,” katanya.
Almarhum Kang Ibing meninggalkan seorang istri, Nieke Wahyuningsih dan 3 orang anak yang bernama Dikdik Kusmadikta (32), Mega Kusmananda (29), dan Diane Fatmawati (26). Jenazah Kang Ibing akan dimakamkan di tempat pemakaman keluarga di Gunung Puyuh, Sumedang. Rencananya jenazah akan diberangkatkan dari rumah duka besok, Jumat (20/8/2010) sekitar pukul 09.00 WIB.
“Paling lambat besok berangkat dari sini pukul 09.00 WIB,” tutur Dikdik Kusmadikta (32) anak sulung Kang Ibing di rumah duka, Margawangi Estate, Jalan Kencana Wangi No 70 RT 1/ RW 13, Kelurahan Cijawura, Kecamatan Buah Batu, Kamis (19/8/2010) malam.
Sumedang memang tanah kelahiran pria yang lahir 20 Juni 1946 silam. Selain memiliki rumah di Bandung, Kang Ibing juga memiliki rumah di Sumedang. Pria yang selalu membawakan humor-humor khas Sunda setiap kali tampil di panggung ataupun bertemu dengan orang ini pun rutin berkunjung ke rumahnya di Sumedang.
Sambil berkaca-kaca, Dikdik mengenang ayahnya sebagai sosok ayah yang bertanggung jawab, sayang keluarga dan orang lain. Ajaran untuk selalu bekerja keras, tidak kenal menyerah dan hidup sederhana selalu ditanamkan sejak kecil kepada anak-anaknya.
“Beliau adalah figur yang hebat di mata kami. Tidak ada pesan terakhir dan tidak ada firasat apapun. Tapi beliau sering bilang dan wanti-wanti kami agar menjadi anak soleh dan berbakti kepada orang tua,” katanya.
Selamat jalan kang ibing….Semoga amal ibadah kang ibing diterima di sisi ALLAH SWT.
Korsum.












Jakarta Time