Mubazir Gedung Puskesmas Jadi Rumah Hantu
Tanjungmedar. Korsum
Rasanya mubazir jika menggunakan uang rakyat, namun tidak bermanfaat bagi rakyat, seperti halnya Puskesmas pembantu yang berlokasi di Dusun Sukatamu Desa Jingkang Kecamatan Tanjungmedar. Tentunya membangun gedung Puskesmas itu menggunakan uang rakyat cukup besar, tapi rakyat tidak pernah merasakan manfaat dari Puskesmas tersebut
Sarana dan prasana kesehatan untuk masyarakat (Puskesmas) tersebut, meski kondisi bangunanya tampak masih kuat dan kokoh, namun sayang tidak dipergunakan sebagaimana mestinya, bahkan bangunan itu dibiarkan ditumbuhi alang-alang setinggi lutut orang dewasa karena tidak pernah dirawat dan kini menjadi sebuah gedung tua yang menyerupai rumah hantu proyek Waduk Jatigede yang tanpa penghuninya.
Lalu bagaimana dengan pelayanan kesehatan bagi warga sekitar?. Menurut keterangan beberapa warga yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, Puskesmas tersebut dibangun sekitar tahun 2006 silam dan ketika itu pernah ada aktivitas seperti halnya Puskesmas lain, “menjelang beberapa bulan kemudian, tidak tahu yang menjadi alasannya, para pegawainya pada kabur meninggalkan Puskesmas itu dan hingga kini gedung itu dibiarkan menjadi rumah hantu, “katanya.
Maksud pemerintah memang baik lanjutnya, membangun Puskesmas tersebut agar mudah terjangkau pelayanan kesehatan bagi masyarakat sekitar seperti warga Desa Jingkang, Kamal, Sukatani dan Desa Kertamukti, sebab, di Kecamatan Tanjungmedar lokasi Puskesmas sangat jauh dengan kondisi jalan rusak yakni Puskesmas Desa Cikaramas.
“Namun dengan tidak berfungsinya Puskesmas pembantu itu, maka warga ke 4 desa itu ketika ada yang sakit dan hendak berobat terpaksa harus menyebrang ke kecamatan lain yakni ke Puskesmas Sukamantri Kecamatan Tanjungkerja, ketimbang ke Puskesmas Cikaramas Tanjungmedar yang lokasinya sulit san sangat jauh, “paparnya.
Dikatakan, warga sekitar sangat berharap agar Puskesmas tersebut difungsikan kembali sebagaimana mestinya, sebab, mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik adalah hak warga negara, sehingga tidak ada alasan apapun karena hidup sehat adalah segalanya **[yf saefudin /indang]












Jakarta Time
Kumaha atuh ieu teh……anu teu fungsi teh naonana…….sok sanajan bangunana ngajungkiring sagede nanahaon oge ari eweuh dokter, bidan, atawa mantrina mah nya rek di suntik make naon atuh, rek diobatan make naon ????……..Pan janten mubazir tah bangunan teu aya nu ngesian…..
Ari kitumah mending di kontrakeun wae atuh….?jeung manan ke di eusian ku jurig …hiiiiy….
ahh teu bnr eta mh….!!
pamarentah kabupaten teh tong saukur ngagolontorkn duit juta, ratusan juta keur ngabangun itu ieu ari kieu kanyataanana mah da teu jadi ,manfaat keur masyarakatna ge, duit beak masyarakat mah tetep sangsara…