<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Staf Ahli Bupati (Bukan) Batu Loncatan

Kota, Korsum

Sudah diprediksi banyak orang sebelumnya bahwa Staf Ahli Bupati hanyalah jabatan batu loncatan bagi beberapa orang yang promosi ke esselon II namun tidak kebagian alas lalu di-dum, atau orang-orang yang diparkir menjelang pensiun. Sebut saja contohnya beberapa mantan staf ahli yang dulu promosi, seperti Tedi Mulyono yang kini menjabat Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Linmas dan Penanggulangan Bencana; atau Eem Hendrawan yang menjadi Kepala Disdik (Dinas Pendidikan); juga Surrys Laksana Putra yang kini Kepala Dinas Tamben (Pertambangan dan Energi).Idealnya, staf ahli bukan jabatan batu loncatan. Seyogyanya posisi ini diisi oleh orang-orang yang sudah banyak malang melintang di SKPD, minimal sudah pernah dua kali menjabat Kepala SKPD, sehingga dia mengetahui benar permasalahan yang ada berdasarkan pengalamannya. Sayangnya, di Sumedang, staf ahli diisi oleh pejabat yang promosi, walaupun hal itu tidak menjadi syarat normatif. Seperti pengakuan Tedi Mulyono kepada Korsum beberapa waktu yang lalu.

Dalam staffing kali ini pun, ada dua pejabat promosi yang kembali didudukkan di staf ahli, yakni T.E. Dharma Adi, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM yang sebelumnya menjabat Sekretaris Bappeda; dan Aoh Kurnia, Staf Ahli Bidang Pembangunan, mantan Kabag Adpem.
Sedangkan, tiga orang staf ahli lainnya adalah para pejabat yang memasuki perpanjangan pensiun, seperti Karsidi mantan Kadis Budparpora, Suparna, dan Sambas yang memasuki perpanjangan pensiun yang keempat tahunnya. Dan ini adalah tahun terakhirnya Sambas, sebab berdasarkan PP 36 tahun 1979, pada salah satu pasalnya disebutkan bahwa masa pensiun PNS usia 56 tahun dan dapat diperpanjang sampai usia 60 tahun dengan masa perpanjangan setiap setahun sekali. Seperti dijelaskan oleh Kabid Pengadaan dan Pensiun pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Sumedang, Asep Rusman, Jum’at (6/3), di ruang kerjanya.
T.E. Dharma Adi, atau lebih dikenal sebagai dr Cecep, tidak setuju jika staf ahli dikatakan sebagai jabatan batu loncatan. Menurut dia, (6/3), di ruang kerjanya, di mana pun ditugaskan, selaku abdi negara dirinya selalu siap, termasuk menjadi staf ahli yang bertugas menelaah atau mengkaji kebijakan sesuai bidangnya untuk bahan masukan bagi bupati. Ini menjadi tugas yang mulia bagi dirinya. “Selain itu, jika yang promosi dulu ditempatkan di staf ahli dan saat ini sudah pada menduduki kepala SKPD, itu hanya kebetulan saja, jadi jangan dikait-kaitkan,” ujarnya.

Namun, menurut C.J. Kuswara, Ketua Forum Kajian Strategis Kajian Daerah (FKSKD), tidak ada yang kebetulan, itu sudah dapat diprediksi dari awal. “Staf ahli diisi oleh orang-orang yang promosi dan tempat parkirnya pejabat menjelang pensiun. Lagi pula, job staf ahli saat ini tidak jelas. Untuk skala Pemda Sumedang, semestinya tidak perlu lima orang staf ahli, cukup dua saja,” tuturnya. **[Dodoy Dokkil]

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Powered by WordPress | Designed by: suv | Thanks to toyota suv, infiniti suv and lexus suv