Sumedang, Korsum
Isu penyalahgunaan bantuan sosial dari provinsi tahun 2008 kembali mencuat, dari penelusuran Korsum dari tanggal 15 hingga 21 Agustus kembali menemukan tidak kurang sepuluh penerima yang tidak jelas penggunaannya.
Hampir semua penerima terkait dengan beberapa elit di Pemkab, modusnya rata-rata tidak jelas alamat dan penggunaannya. Seperti bantuan sosial Provinsi Jawa Barat untuk Pembelian laboratorium Bahasa untuk SMA/SMK di kabupaten Sumedang sebesar Rp.900 juta bagi 9 SMA/SMK, ternyata tidak kurang dari 3 SMA/SMK membantah menerima bantuan tersebut. Seperti SMA Al Ma’Mun membantah menerima bantuan computer dari Pos bantuan tersebut, komputer yang ada dibeli sebelum ada bantuan itu. “Mungkin uang tersebut diberikan kepada Yayasan” ujar sumber Korsum. Sedang di kecamatan Conggeang yang juga disebut-sebut menerima bantuan, baik SMA Conggeang maupun SMK Fadli hanya menggelengkan kepala, menyatakan tidak menerima. SMA 2 Cimalaka, Wakasek Nana Rusmana, mengatakan tidak tahu menahu tentang Banprov 2008, “teu terang duka, da pa kepala mah tara nyarios perkawis bantosan” Kata Nana melalui pesan singkatnya. Namun beberapa hari berselang, Jumat (21/8), Wakasek memberi keterangan tambahan bahwa memang ada bantuan tersebut namun pihak sekolah merasa tidak puas, kualitas barang tidak sesuai dengan harga. SMK 1 Sumedang juga tidak merasa menerima bantuan, kerena tahun sebelumnya menerima Block grand dari Pemerintah pusat. Ke Sembilan penerima SMA/SMK tersebut menerima dalam bentuk barang.
















Jakarta Time