<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>
kartun

Prihatin, Kriminalisasi Hasil Karya Jurnalis

Pasal 310 dalam KUHP tentang pencemaran nama baik memang “efektif” untuk dipergunakan semau dan ditafsirkan apa saja.  Penyerangan nama baik diterjemahkan secara bebas tanpa ada batasan pasti, itu yang terjadi pada crew Baca Selangkapnya »

Pasific

Pasific Hariring (Paha), Tempat Karaoke Baru Bertarif Ratusan Ribu Perjam

Kota, Korsum Diawali dengan berbagai acara lomba, festival dan pasinggiri kesenian sunda yang diadakan di gedung Pasific lantai dasar, mulai 15 – 22 April 2012 lalu, hal itu akan menjadi momentum pembukaan Baca Selangkapnya »

sd

Didepan Mata SD TEGALKALONG II DIBIARKAN RUSAK

Kota, Korsum Rasanya aneh, SD Tegalkalong II Kecamatan Sumedang Utara, hingga kini masih tetap dibiarkan rusak, padahal SD tersebut terletak depan mata bersebelahan dengan kantor Dinas Pendidikan Sumedang yang tentunya dapat terlihat Baca Selangkapnya »

Raskes

Raskes Terkena Tumor Ganas Berat di Ongkos Untuk Berobat

Tanjungkerta, Korsum Raskes (7), anak kedua dari Jubaedah (35) yang sudah lama menjanda ini, terpaksa harus menanggung derita akibat penyakit yang dideritanya berupa penyakit tumor ganas di dada sebelah kirinya yang tak Baca Selangkapnya »

Monthly Archives: June 2009

Terbengkalai Pembangunan Ruang Poly RSUD

rsud-terbengkalai

RSUD, Korsum

Sejak awal pendiriannya pada tahun 2006, bangunan yang diperuntukkan bagi seluruh pelayanan poly instalasi rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sumedang, yang direncanakan dibangun sebanyak tiga lantai, dan semula dianggarkan 8 Milyar rupiah dari dana APBN, hingga kini nasibnya terbengkalai. Pantauan Korsum di lapangan, yang terlihat hanya sebuah rangkai tak berwujud yang keberadaannya mulai tampak kumuh.

Hal tersebut diakui Engkos Kosmala, Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Kabupaten Sumedang, Kamis (25/6), di ruang kerjanya. Dia mengatakan bahwa semula pembangunan untuk ruangan poly tersebut ditargetkan selesai 1 hingga 2 tahun dengan dana sebanyak 8 Milyar rupiah sekaligus, namun kenyataannya dana dari pusat diangsur. “Pada tahun 2006 hanya 3 Milyar, tahun 2007 tidak ada, tambahan 500 juta tahun 2008 kemarin. Sehingga pelaksanaan oleh rekanan hanya cukup membuat rangkai-nya seperti itu. Tetapi, jika dari awal direncanakan dibangun satu lantai dulu, mungkin dengan dana tersebut sekarang sudah bisa digunakan,” katanya.

Masih dikatakannya, bahwa yang semula pembangunan ruangan untuk seluruh poly rawat jalan tiga lantai direncanakan cukup dengan dana 8 Milyar, namun karena perekonomian dan kenaikan harga, sehingga berdasarkan perhitungan rekanan saat ini diperkirakan sampai selesai akan menghabiskan dana sebesar 13 Milyar rupiah. “Jadi memang jika dihitung dari 13 Milyar, dana yang terealisasi belum mencapai 30 persen,” ujarnya.

“Pihak RSUD bersama Pemkab Sumedang hingga kini terus berupaya mengusahakan ke Pemerintah Pusat agar segera dikucurkan kembali dana untuk penyelesaian bangunan tersebut. Kami berharap bangunan tersebut cepat selesai, dengan harapan, dengan selesainya bangunan tersebut, maka pelayanan rawat jalan bisa dilakukan pagi dan sore, tidak hanya pagi seperti sekarang. Artinya pelayanan kepada masyarakat bisa lebih optimal,” harapnya. **[Dodoy Dokkil]

13 Unit Rumah Bagi KK Tuna Wisma

margamukti margamukti-4

Sumut, Korsum

Meski Anggaran Pendapatan Dan Belanja Desa minim, bahkan untuk tahun ini ADD belum turun, hal ini tidak menjadi rintangan bagi Kades Marga Mukti untuk melaksanakan kiatnya membangun Desa di berbagai lini. Sesuai Tupoksi, bahwa Desa berhak menentukan sikap dan berekspresi demi kemajuan lingkungan, baik yang bersifat kemanusiaan maupun mendongkrak PAD, maka Desa Marga Mukti melaksanakan pembangunan sesuai keunikannya.

Satu tahun hampir usai dilalui oleh Yaya Sukarya sebagai Kades Margamukti, Kecamatan Sumedang Utara. Keterangan awal didapat dari Ketua RW 02, bahwa Desa Margamukti mampu membangun rumah untuk 13 kepala keluaraga (KK). Pasalnya, menurut Hendra, sang Ketua RW, warga tersebut sungguh-sungguh belum memiliki tempat bernaung.

Dijumpai Korsum, seorang lelaki yang mengaku masih memiliki istri satu, Maman bersama Istri, mengatakan, “Kami baru beberapa hari saja menikmati rumah baru ini. Dan saya berterima kasih kepda Bapa H. Ending Sajidin, juga kepada Pa Kuwu Yaya, yang telah membantu kami.” ungkapnya penuh rasa syukur.

Kepala Desa Margamukti terpilih, saat dijumpai di kediamannya, (26/6), berceritera panjang lebar, mengutarakan asal mula pemukiman. “Melihat kondisi warga kami yang tidak tersentuh oleh Program Bedah Rumah, maka kami beserta perangkat Desa, masyarakat, para tokoh, dan kaum elit setempat mengupayakan agar warga tuna wisma mampu menghuni rumah miliknya,” ungkapnya.

Selanjutnya, masih keterangan Kades, berkat kepedulian seorang anggota Dewan dari fraksi PBB, H. Ending Sajidin, yang telah menghibahkan tanah selua 50 tumbak, maka di atas lahan tersebut dibangunlah 13 unit rumah tipe sederhana semi permanen yang didanai hasil swadaya masyarakat dan pihak donatur. Disamping itu, mereka (KK yang tidak punya rumah tersebut) telah mempunyai sebagian bahan material.

“Alhamdulillah, dengan anggaran yang relatif kecil, yakni 90 juta, mampu mendirikan 13 rumah. Untuk ke depan, saya akan mengupayakan bagi penduduk yang berada di dusun lainnya, sebab masih banyak warga Tuna Wisma,” ujar Kades.

Seiring kesuksesan pemukiman, Desa Margamukti mendapat kepercayaan menerima program padat karya dari Departeman Tenaga Kerja dan Transmigrasi senilai 140 juta, dan telah terealisasi pembangunan jalan sepanjang 600 meter dengan lebar 2,5 meter, dan 4 bidang kolam iklan. Pelaksanaan kerja telah rampung, serta mendapat penghargaan dari pihak pemkab, karena Desa Margamukti berkatagori terbaik se-Jabar dalam melaksanakan Program Padat Karya tersebut. **[Adith]

6 Milyar Dana PUAP Akan Segera Dikucurkan

Gedung Negara, Korsum

Sebesar 6 Milyar rupiah dana untuk Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) yang bersumber dari bantuan pemerintah pusat untuk Kabupaten Sumedang tahun 2009 ini, akan segera dikucurkan. Dana tersebut diperuntukan bagi 60 Gapoktan di 60 Desa yang ada di 23 Kecamatan. Demikian dikatakan Dedi Hermawan Charis, dalam sambutannya selaku Ketua Panitia dalam rangka sosialisasi program PUAP, (24/6), di Gedung Negara. Sosialisasi tersebut diikuti oleh 250 peserta, terutama 60 Gapoktan calon penerima.

Masih dalam sambutannya, Dedi mengatakan bahwa maksud dan tujuan dari sosialisasi tersebut adalah dalam rangka memberikan informasi tentang pelaksanaan program PUAP kepada seluruh stake holder (pemangku kepentingan). “Juga menyinergikan pelaksanaan program PUAP di lapangan antara dinas/instansi terkait dengan Gapoktan dan penyuluh pendamping,” katanya.

Di tempat yang sama, Sekda Kabupaten Sumedang, Atje Arifin Abdullah, dalam sambutannya mengatakan bahwa ada peningkatan dari jumlah dana yang akan diterima pada tahun 2009 ini, yaitu sebesar 6 milyar untuk 60 Gapoktan. Karena menurutnya, tahun 2008 lalu hanya sebesar 3,5 milyar yang sudah diberikan kepada 35 Gapoktan di 13 Kecamatan. “Ini karena pemerintah Pusat memandang Sumedang berhasil dalam menggulirkan bantuan tersebut, sebab dalam kenyataannya penyaluran mencapai kurang lebih 90 persen, dan dana tersebut kini telah berkembang mencapai 3,6 milyar,” ujarnya.

Sekda berharap bantuan tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya. “Jika ada pihak-pihak yang berusaha memanfaatkan atau berusaha memotong dana tersebut, laporkan ke saya,” katanya tegas.

Karena menurut Sekda, dana tersebut pada intinya bertujuan untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran melalui penumbuhan dan pengembangan kegiatan usaha agribisnis di perdesaan sesuai dengan potensi wilayah. “Selain itu, dalam rangka meningkatkan kemampuan pelaku usaha agribisnis, Pengurus Gapoktan, Penyuluhan, dan Penyelia Mitra Tani,” ujarnya. **[Dodoy Dokkil]

ADD Molor!!

Kota, Korsum

Alokasi Dana Desa (ADD), atau dikenal juga dengan istilah DADU (Dana Alokasi Desa Umum), hingga kini belum juga turun alias molor. Akibatnya, hampir semua desa mempunyai utang 15 hingga 20 juta rupiah untuk menutupi biaya operasionalnya selama enam bulan sejak Januari lalu, seperti dikeluhkan kepada Korsum oleh beberapa Kepala Desa baru-baru ini. Hampir semua desa mengaku sudah tidak sanggup lagi mencari pinjaman untuk menutupi biaya operasional selanjutnya, sehingga mereka berharap ADD segera cair.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Panggar (Panitia Anggaran) DPRD Kabupaten Sumedang, Nurdin Zen, (24/6), mendesak pihak Eksekutif untuk segera mencairkan ADD tersebut, terutama yang sudah memenuhi persyaratan normatifnya. “Karena hal tersebut berhubungan dengan jalannya pembangunan di desa,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, pihaknya sudah menghimbau kepada pihak eksekutif pada setiap pembahasan anggaran. “Karena kegiatan di desa pun sama dimulai dari bulan januari, sehingga apakah tidak bisa keuangan tersebut setiap 6 bulan sekali dimasukkan ke badan keuangan atau dititipkan di BPR? Sehingga alokasi pengambilan keuangannya nanti disesuaikan dengan anggara kas belanja (AKB) seperti yang ada di Perdes. Jadi tidak sekaligus menunggu selama 6 bulan seperti sekarang ini. “Malahan sekarang banyak keluhan dari beberapa desa, sepertinya pembayaran ADD ini macet. Kita sekarang belum tahu apa kendalanya karena prediksi pendapatan sudah disetujui oleh DPRD sejak Desember 2008 lalu,” ujarnya.

Sementara itu di tempat terpisah, Sekda Kabupaten Sumedang, Atje Arifin Abdullah, yang juga selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) berdasarkan Permendagri No. 13 tahun 2006, usai membuka sosialisasi PUAP, (24/6), di Gedung Negara, mengelak ADD dikatakan molor. Karena menurutnya pencairan ADD harus terlebih dahulu melalui proses, terutama memenuhi persyaratan normatifnya. Tetapi dirinya menyebutkan beberapa desa sudah diproses dan ada juga yang sudah dicairkan. “Silahkan tanya ke Bagian Keuangan,” suruhnya.

Ketika ditanyakan ke Bagian Keuangan, Cecep Yusman selaku Kabag Keuangan, mengatakan sampai saat ini belum ada perintah pencairan ADD. “Tetapi dalam waktu dekat akan segara dicairkan,” ujarnya. **[Dodoy Dokkil]

Untuk Jadi Karyawan PDAM Harus Rela Serahkan 20-25 Juta

Kota, Korsum

Masa menjelang kepemimpinan baru di tubuh PDAM Sumedang, yang sekarang masih dijabat oleh Hj. Ai Warsi, S.E., yang semula ia memegang bagian keuangan, dikabarkan oleh sumber Korsum, telah terjadi rekrutmen Tenaga Kerja baru yang ditempatkan langsung di Kantor Pusat PDAM. Hingga saat ini tercatat 5 orang Karyawan Baru. Mungkin suasana penggantian pucuk pimpinan ini telah dimanfaatkan oleh beberapa oknum.

Nara sumber yang kebetulan singgah ke Kantor Redaksi, Selasa (23/6), mengatakan, “PDAM telah merekrut beberapa orang karyawan. Di antaranya, 5 orang tenaga kerja tersebut masuk dengan cara-cara yang tidak benar, yakni harus menyerahkan uang 20-25 juta rupiah.”

Tidak hanya itu, sumber Korsum itu pun melaporkan pula bahwa ke 5 orang karyawan yang telah diterima bekerja beberapa bulan yang lalu itu hingga kini sama sekali belum mendapat honorarium, harian maupun tunjangan pokok bulanan.

Selain itu, dikeluhkan oleh beberapa konsumen yang berada di wilayah Selatan hingga perbatasan kota (Sumedang Selatan), air tidak normal. Dua bulan ini konsumen harus ekstra menunggu aliran air yang selalu mengalir di malam hari, sedangkan jika siang hari ada aliran airnya kurang sehat, seperti mengandung lumpur. Seperti halnya kawasan Pasanggrahan dan sekitarnya, tidak sedikit Konsumen yang telah mengabaikan air produksi PDAM. “Saya khawatir dengan air seperti itu, barangkali PDAM sudah tidak mampu memperbaiki saluran,” tutur salah seorang warga tentang air PDAM.

Cece W.G., Kabag Humas PDAM, membantah adanya rekrutmen Tenaga Kerja. Namun, ia buru-buru menambahakan bahwa itu bukan Rekrutmen tapi tenaga magang dan tidak memakai uang. Terhadap keluhan konsumen yang selalu kebagian aliran air malam hari, Cece menjelaskan, “PDAM tidak sedang melakukan rehab, tetapi sering dilakukan perbaikan pipa, dan PDAM masih mampu untuk membiayainya.” **[Adith]

Powered by WordPress | Designed by: suv | Thanks to toyota suv, infiniti suv and lexus suv