RSUD, Korsum
Sejak awal pendiriannya pada tahun 2006, bangunan yang diperuntukkan bagi seluruh pelayanan poly instalasi rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sumedang, yang direncanakan dibangun sebanyak tiga lantai, dan semula dianggarkan 8 Milyar rupiah dari dana APBN, hingga kini nasibnya terbengkalai. Pantauan Korsum di lapangan, yang terlihat hanya sebuah rangkai tak berwujud yang keberadaannya mulai tampak kumuh.
Hal tersebut diakui Engkos Kosmala, Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Kabupaten Sumedang, Kamis (25/6), di ruang kerjanya. Dia mengatakan bahwa semula pembangunan untuk ruangan poly tersebut ditargetkan selesai 1 hingga 2 tahun dengan dana sebanyak 8 Milyar rupiah sekaligus, namun kenyataannya dana dari pusat diangsur. “Pada tahun 2006 hanya 3 Milyar, tahun 2007 tidak ada, tambahan 500 juta tahun 2008 kemarin. Sehingga pelaksanaan oleh rekanan hanya cukup membuat rangkai-nya seperti itu. Tetapi, jika dari awal direncanakan dibangun satu lantai dulu, mungkin dengan dana tersebut sekarang sudah bisa digunakan,” katanya.
Masih dikatakannya, bahwa yang semula pembangunan ruangan untuk seluruh poly rawat jalan tiga lantai direncanakan cukup dengan dana 8 Milyar, namun karena perekonomian dan kenaikan harga, sehingga berdasarkan perhitungan rekanan saat ini diperkirakan sampai selesai akan menghabiskan dana sebesar 13 Milyar rupiah. “Jadi memang jika dihitung dari 13 Milyar, dana yang terealisasi belum mencapai 30 persen,” ujarnya.
“Pihak RSUD bersama Pemkab Sumedang hingga kini terus berupaya mengusahakan ke Pemerintah Pusat agar segera dikucurkan kembali dana untuk penyelesaian bangunan tersebut. Kami berharap bangunan tersebut cepat selesai, dengan harapan, dengan selesainya bangunan tersebut, maka pelayanan rawat jalan bisa dilakukan pagi dan sore, tidak hanya pagi seperti sekarang. Artinya pelayanan kepada masyarakat bisa lebih optimal,” harapnya. **[Dodoy Dokkil]

















Jakarta Time