Cimalaka, Korsum
Nasib sial menimpa Sri (25) warga Licin Kecamatan Cimalaka, harus rela kehilangan dua buah telepon genggamnya karena disikat pencuri yang mengaku petugas PLN.
Kejadian berawal ketika Sri sedang berada dirumah berdua dengan neneknya, tiba-tiba datang dua orang tamu laki-laki mengaku petugas PLN yang akan mendata dan memeriksa instalasi listrik yang ada di rumahnya, tanpa curiga Sri mempersilahkan kedua tamunya itu masuk rumah, si tamu tersebut menyuruh Sri untuk mengisi formulir yang diberikannya dan mereka meminta izin kepada Sri untuk menyalakan listrik disetiap ruangan termasuk ke kamar dimana kedua telepon genggam milik Sri sedang dicarger, ketika si tamu tersebut akan memasuki kamar tempat kedua telepon genggam itu berada, laki-laki yang satunya menyuruh Sri untuk menyalakan lampu yang ada di dapur, setelah selesai kedua tamu tersebut pamit dan bukti formulir isiannya ditinggalkan di rumah Sri.
Selang beberapa saat setelah kedua laki-laki itu pergi Sri baru sadar, sontak dia teringat kepada kedua telepon genggamnya yang sedang dicarger, ketika dilihat benar saja kedua telepon genggamnya sudah raib dari tempatnya, seperti diceritakan Sri kepada Korsum Senin (6/4) di Sekolah tempat ia mengajar. Ditambahkannya ,“saya seperti kena hipnotis waktu itu”, Paparnya nya dengan perasaan sedih.
Ketika hal tersebut dikonfirmasikan kepada PLN terdekat yakni KP PLN Cimalaka,melalui managernya Momo Purnomo di ruang kerjanya Senin (6/4) mengatakan bahwa dirinya sudah mendapatkan informasi tentang itu, dan bukti formulirnyapun sudah melihatnya bahkan sudah disampaikan ke UPJ Sumedang Kota,”bukti formulir tersebut adalah kartu pencatatan rekening PLN yang berasal dari daerah Jawa Timur, dan itu murni pencuri yang mengatasnamakan petugas PLN dan bukan karyawan PLN baik dari KP Cimalaka maupun PLN Sumedang,” katanya.
Momo berharap kepada para pelanggan agar berhati-hati, karena jika orang berniat melakukan pencurian bisa saja mengatasnamakan dari instansi manapun termasuk salahsatunya mengatasnamakan petugas PLN. Karena petugas PLN yang benar selalu dibekali dengan kartu identitas, dan ia menambahkan jangan melakukan transaksi apapun dilapangan.
Selain itu kata Momo, ”jangan melayani orang yang menjual sesuatu atasnama PLN apalagi dengan pemaksaan seperti, menjual KWH Meter, menjual Box tutup KWH dan lain-lain karena barang tersebut tidak perlu di edarkan sudah ada di toko-toko, pelanggan dapat membeli sesuai kebutuhannya,” pungkasnya.***[Dodoy Dokkil]
















Jakarta Time